Jelajah
IMG-LOGO
Tentang Desa

Mengenal Lebih Dekat Desa Bandarsedayu: Potensi Agrikultur di Jantung Windusari

Create By ANTON YOGO SAPUTRO 20 August 2020 2 Views
IMG

Berada di bawah naungan Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Desa Bandarsedayu hadir sebagai salah satu desa dengan corak agraris yang kuat. Kehidupan masyarakat yang rukun dan bentang alam yang bervariasi menjadikan desa ini memiliki daya tarik tersendiri, baik dari segi sosial-demografi maupun potensi sumber daya alamnya.

 

Pembagian Wilayah dan Batas Administratif

Secara administratif, Desa Bandarsedayu terbagi ke dalam tujuh dusun yang saling terintegrasi, yaitu Dusun Mranggen, Krajan, Kemantenan, Kebonsari, Kebondalem, Nglanggeng, dan Bolomitro.

Desa ini memiliki letak yang cukup strategis dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

  • Sebelah Utara: Berbatasan dengan Desa Umbulsari.

  • Sebelah Timur: Dibatasi oleh aliran sungai Kaliprogo yang membentang.

  • Sebelah Selatan: Berbatasan dengan Desa Windusari / Banjarsari.

  • Sebelah Barat: Berbatasan dengan Desa Candisari.

 

Kondisi Geografis dan Topografi

Bandarsedayu terletak pada ketinggian 175 meter di atas permukaan laut (mdpl). Suhu udara di wilayah ini cukup berfluktuasi, mulai dari sejuk di kisaran 23°C hingga menyentuh titik maksimal 39°C. Sementara itu, tingkat curah hujan tahunan tercatat berada di angka 175 mm/tahun.

Keunikan lain dari Desa Bandarsedayu terletak pada topografinya yang sangat beragam. Memasuki wilayah desa ini, kita akan disuguhkan lanskap mulai dari lahan datar yang berombak, kontur berombak hingga berbukit, bahkan beberapa area memiliki karakteristik berbukit hingga bergunung. Kombinasi kontur alam ini memberikan pemandangan yang indah dan potensi pemanfaatan lahan yang bervariasi.

 

Potensi Lahan dan Kependudukan

Sektor pertanian adalah urat nadi utama bagi desa ini. Hal ini dibuktikan dengan dominasi luas lahan sawah yang mencapai 146 Hektare, jauh mengungguli luas lahan kering yang hanya sekitar 25 Hektare.

Desa ini dihuni oleh 2.052 jiwa, dengan rincian 1.021 jiwa laki-laki dan 1.031 jiwa perempuan. Dengan lahan sawah yang begitu luas, tidak heran jika struktur mata pencaharian penduduk sangat berpusat pada sektor agrikultur. Sebanyak 56% penduduk berprofesi sebagai petani, diikuti oleh 31,1% sebagai buruh tani. Artinya, lebih dari 87% roda ekonomi masyarakat Bandarsedayu digerakkan oleh sektor pertanian.

Di luar itu, masyarakat Bandarsedayu juga berprofesi sebagai buruh (5%), wiraswasta (4,7%), pedagang (2,2%), serta sebagian kecil berprofesi sebagai PNS (0,4%), pensiunan (0,3%), dan pegawai swasta (0,3%).

 

Kesimpulan

Desa Bandarsedayu bukan hanya sekadar permukiman, melainkan sebuah roda kehidupan agraris yang terus berputar di Kecamatan Windusari. Hamparan sawah yang luas, lanskap alam yang bervariasi, serta dedikasi masyarakatnya dalam mengolah tanah merupakan potensi utama yang menjadikan desa ini terus mandiri dan berkembang.